Hati-hati Gunakan E-toll di Pintu Tol Soekarno-Hatta

Posted on 5:38 PM | By Suara Layanan | In , , , ,

Pada saat Idul Adha, saya kebetulan harus menjemput kakak saya di Bandara Soekarno-Hatta. Dan seperti biasa, untuk melakukan pembayaran tol, saya lebih sering menggunakan e-toll card. Karena saya pikir lebih praktis dan tak perlu repot untuk pembayarannya. Saya menggunakan e-toll card saya di perjalanan dari pondok gede hingga ke bandara.

Selama penggunaan e-toll card di dalam kota, tidak ada masalah. Karena petugasnya sepertinya telah mengetahui bagaimana menggunakan mesin e-toll yang mereka miliki. dan jumlah saldo yang tertera di kertas tol pun menunjukkan harga yang harus saya bayar sesuai dengan ketentuannya.

Namun ketika saya melakukan pembayaran di pintu tol sebelum masuk bandara soekarno-hatta, petugas wanita yang melayani tampak kesulitan menggunakan mesin e-toll tersebut. Lalu pada akhirnya iapun selesai menggunakan mesin e-toll tersebut. Karena adik saya yang menyetir, lalu langsung tancap gas dan memberikan bukti pembayaran tol kepada saya.

Setelah saya lihat jumlah saldo yg tertera di kertas itu menunjukkan pengurangan sebesar Rp 18.000 (sebelumnya saldo e-toll saya Rp 170.000, lalu setelah melakukan pembayaran di pintu tol bandara soekarno-hatta, saldonya menjadi Rp 152.000). Sayangnya saat mengetahui itu, saya sudah jauh dari pintu tol tersebut.

Ketika itu saya berpikiran bahwa pada saat pulangnya saja, saya akan ke kantor jasa marga untuk meminta pertanggungjawaban. Namun ternyata tidak ada kantor jasa marga di arah menuju kota jakarta. lalu saya merelakan saja saldo e-toll saya yg berkurang 18.000 itu.

Disini saya mau menyarankan kepada pihak jasa marga, bahwa sebaiknya petugas yang bertugas telah dilatih untuk menggunakan mesin e-toll sehingga tidak menimbulkan kerugian kepada konsumen. Percuma saja jika penggunaan e-toll yang sangat praktis tidak diikuti dengan SDM yang baik dan mesin yang akurat pula. Hal inilah yang terkadang membuat Indonesia tidak dapat bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya. Saya harap pihak Jasa Marga dapat melatih petugas tol dengan baik.

Kartika Ajeng
Jakarta

Dikutip dari: http://www.kompas.com/suratpembaca/read/11477

Comments (0)