Perlakuan Manajemen Carrefour Semena – mena
Posted on 5:11 PM | By Suara Layanan | In Carrefour , Manajemen Carrefour , Semena – mena
Kami adalah salah satu supplier Carrefour Indonesia yang memasok alat – alat kebutuhan rumah tangga elektronik. Sampai dengan surat ini kami tulis, PT Carrefour Indonesia telah menahan pembayaran, yang sudah seharusnya kami terima satu bulan yang lalu, dengan alasan yang tidak jelas.
Pada bulan April 2009, PT. Carrefour Indonesia mengajukan trading term 2009 ( persyaratan jual – beli 2009 ) dan awal Mei 2009 telah disepakati dua belah pihak antara Bp. Arief ( wakil dari PT. Agungpratama Swadaya ) dan Bapak Novandy Primawanda ( wakil PT. Carrefour Indonesia ).
Pada bulan Juli, kami mendapatkan fax trading term 2009 yang baru, yang isinya berbeda dari yang telah disepakati. Tentu saja kami menolak untuk menandatangani trading term yang baru tersebut. Karena isinya sangat merugikan pihak supplier.
Negosiasi berjalan alot sampai dengan bulan September, Dan tiba – tiba di bulan November pembayaran kami di hold ( ditahan ) oleh PT. Carrefour Indonesia dengan alasan belum ada kesepakatan trading term 2009.
Akhirnya kami terpaksa menandatangani trading term 2009 tersebut, bila tidak pembayaran kami akan terus ditahan. Kami telah berkali kali menanyakan ke wakil dari PT. Carrefour Indonesia, mengenai pembayaran yang memang telah menjadi hak kami, tetapi jawaban yang didapat mengecewakan ( harus menunggu kesepakatan Manajemen Carrefour ).
Bilamana PT. Carrefour Indonesia mau me - list out ( mengeluarkan ) kami sebagai supplier, seharusnya PO ( Purchase Order / Daftar Pembelian ) yang mereka hold ( tahan ) bukan Payment ( pembayaran ) yang ditahan.
Sampai dengan saat ini PO dari PT. Carrefour Indonesia kepada kami tetap ada, tapi terpaksa tidak kami kirim, karena pembayaran yang telah menjadi hak kami di tahan.
Beginikah cara Carrefour Indonesia memperlakukan suppliernya? Maunya menang sendiri? Arief R Supplier.
Arief Gerrardus Rusli
Jl. Taman Arjuna No. 3
Jakarta Barat
Dikutip dari: http://www.kompas.com/suratpembaca/read/11560

Comments (0)
Post a Comment